- Dr. Catherine Soebroto menjelaskan penuaan kulit terjadi karena berkurangnya kolagen akibat faktor usia dan paparan sinar ultraviolet.
- Collagen stimulator jenis PLLA-SCA digunakan untuk memicu produksi kolagen alami agar struktur kulit menjadi lebih tebal kembali.
- Perawatan ini memberikan hasil pengencangan wajah secara bertahap dan alami yang mampu bertahan hingga lebih dari dua tahun.
Suara.com - Dunia estetika terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk merawat kesehatan dan penampilan kulit. Jika dahulu perawatan anti-aging identik dengan prosedur yang memberikan efek instan atau penggunaan berbagai teknologi berbasis alat untuk mengencangkan wajah, kini tren mulai bergeser.
Semakin banyak orang mencari solusi yang tidak hanya memperbaiki tampilan kulit dari luar, tetapi juga mampu mengatasi penyebab utama penuaan dari dalam sehingga hasil yang diperoleh terlihat lebih alami dan bertahan lebih lama.
Pergeseran tren tersebut tidak terlepas dari pemahaman bahwa proses penuaan kulit sebenarnya berawal dari berkurangnya kolagen dan elastin yang berfungsi sebagai penopang struktur kulit.
Seiring bertambahnya usia, produksi kedua komponen penting ini terus menurun sehingga kulit menjadi lebih tipis, kurang kenyal, dan mulai kehilangan kekencangannya.
Aesthetic doctor dr. Catherine Soebroto, Dipl. CIBTAC dari dr. Belle Aesthetic Clinic Pondok Indah, Jakarta, menjelaskan bahwa penuaan merupakan proses alami yang dialami setiap orang. Namun berbagai faktor lingkungan dapat mempercepat terjadinya aging pada kulit.
“Paparan UV tinggi adalah faktor penyebab aging nomor satu,” ungkap dr. Catherine dalam konferensi pers yang diselenggarakan dr. Belle Aesthetic Clinic dan Galderma di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, kulit yang mengalami penuaan umumnya tampak kendur (sagging), berkerut, dan kehilangan elastisitas. Kondisi ini terjadi karena berkurangnya kolagen dan elastin yang selama ini menjaga kekuatan serta ketebalan kulit.
“Ini karena kulit mulai kehilangan kolagen dan elastin, yang merupakan penopang struktur kulit. Dengan berkurangnya kolagen, kulit menjadi tipis sehingga kendor dan tampak turun,” paparnya.
Secara teori, jumlah kolagen dalam kulit berkurang sekitar 10 persen setiap 10 tahun. Akibatnya, wajah mulai kehilangan volume alami, kontur wajah berubah, dan tanda-tanda penuaan semakin terlihat jelas. Bahkan menurut dr. Catherine, kondisi tersebut dapat dikenali melalui tes sederhana dengan mencubit pipi.
Baca Juga: 3 Produk PHERINI yang Dapat Membantu Kulit Tubuh Tampak Lebih Cerah dan Merata
“Kalau kulit bisa ditarik sampai panjang, tandanya kulit sudah sangat tipis,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kulit yang sehat dan muda memiliki lapisan yang tebal, kencang, kenyal, serta tekstur yang halus. Menariknya, tanda penuaan pada orang Asia berbeda dengan orang Kaukasia.
Karena memiliki lapisan kulit yang lebih tebal, orang Asia cenderung mengalami pengenduran jaringan wajah dibanding munculnya kerutan yang dalam.
“Jadi tidak terlalu keriput, tapi lebih ke arah kendur sehingga tampak heavy jaw saat terjadi penuaan. Berbeda dengan orang Kaukasian yang cenderung berkerut dan keriput, karena kulitnya lebih tipis,” jelasnya.
Pemahaman mengenai hilangnya kolagen sebagai akar masalah penuaan inilah yang kemudian membuat collagen stimulator semakin diminati sebagai pilihan perawatan anti-aging modern.
Berbeda dengan berbagai teknologi berbasis alat yang umumnya bekerja dengan memberikan energi tertentu untuk merangsang pengencangan jaringan, collagen stimulator bekerja langsung pada sumber permasalahan dengan memicu pembentukan kolagen baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
6 Rekomendasi Facial Wash untuk Mencerahkan Wajah, Tidak Bikin Kulit Kering dan Ketarik
-
5 Parfum Saff & Co yang Wanginya Mewah ala Brand Kelas Dunia dan Lebih Terjangkau
-
Silsilah Keluarga Dino Patti Djalal, Bukan Keturunan Sembarangan
-
6 Mitos Malam 1 Suro, Benarkah Dilarang Menikah dan Keluar pada Malam Hari?
-
8 Parfum Aroma Cherry Terbaik Menurut Tasya Farasya, dari Harga Lokal sampai Mewah!
-
Apakah Benar Dadan Hindayana Ahli Serangga? Ini Riwayat Pendidikan dan Kariernya
-
5 Cushion yang Minim Transfer, Makeup Tetap Rapi Meski Pakai Masker dan Berkeringat
-
4 Shio yang Dikenal Paling Setia, Sekali Jatuh Hati Sulit Berpaling
-
Misteri Pencopotan Dadan Hindayana: Benarkah Wacana Makan Gratis di Arab Saudi Jadi Pemicunya?
-
3 Moisturizer Kolagen Asli Tanpa Merkuri, Bantu Kulit Tetap Kenyal dan Awet Muda