Lifestyle / Komunitas
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi Malam - Mitos Malam 1 Suro (Freepik)
Baca 10 detik
  • Masyarakat Jawa memandang malam 1 Suro sebagai waktu sakral pertemuan dunia manusia dan alam gaib.
  • Terdapat berbagai larangan adat seperti tidak boleh menikah, pindah rumah, hingga memotong kuku dan rambut.
  • Larangan tersebut bertujuan menjaga kekhusyukan malam tahun baru Jawa agar terhindar dari dampak buruk kesialan.

Suara.com - Malam 1 Suro atau malam pergantian tahun baru dalam kalender Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharram, selalu diselimuti mitos yang dikaitkan dengan hal mistis.

Bagi masyarakat Jawa, malam ini dianggap sebagai waktu bertemunya alam gaib dan dunia manusia sehingga banyak pantangan dan mitos yang beredar turun-temurun.

Salah satu yang paling populer adalah larangan menggelar pernikahan atau hajatan besar.

Apakah ini benar-benar mitos belaka, atau ada dasar budaya di baliknya? Berikut ini mitos seputar malam Tahun Baru Jawa ini.

1. Pernikahan di Malam 1 Suro Mendatangkan Kesialan

Mitos ini menyebut pasangan yang menikah pada malam 1 Suro akan selalu dirundung masalah rumah tangga, seperti pertengkaran terus-menerus hingga perceraian.

Padahal, larangan ini lebih bersifat adat untuk menjaga kekhusyukan malam sakral, bukan ramalan pasti.

2. Dilarang Keluar Rumah Malam Hari

Masyarakat dilarang keluyuran pada malam hari jika tidak ada urusan mendesak atau ritual ibadah.

Baca Juga: 1 Muharram 1448 Hijriah Jatuh pada Tanggal Berapa? Cek Kalender Tahun Baru Islam 2026

Mitosnya, energi negatif dan makhluk halus sedang berada pada puncaknya, sehingga orang yang berada di luar rumah rentan terkena sial atau "ketempelan".

3. Pindah Rumah Bawa Sial

Membangun atau pindah rumah pada bulan Suro dianggap tabu. Menurut primbon, melakukan renovasi atau menempati hunian baru di waktu ini dipercaya dapat merusak keharmonisan keluarga dan membawa aura panas ke dalam rumah.

4. Tidak Boleh Memotong Rambut atau Kuku

Memotong bagian tubuh pada malam keramat ini dipercaya dapat membuang keberuntungan dan memperpendek umur.

Masyarakat lebih disarankan untuk menjaga keutuhan diri sebagai simbol rasa syukur.

Load More